Pages

Sabtu, 06 September 2014


Mengenal Wakil Sulsel di DPR RI Periode 2014 - 2019

Samsu Niang dihadapkan pada dua pilihan sulit menjelang pemilu legislatif 2004.

Kala itu, dia mendapat dua "godaan" sekaligus, Wali Kota Makassar, Amiruddin Maula mengangkat Samsu Niang sebagai kepala SMPN 32. Pada sisi lain, dia ditawari menjadi calon anggota legislatif oleh partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

"Keluarga besar saya banyak tidak setuju saya masuk politik," kata caleg terpilih untuk DPR RI asal PDI Perjuangan tersebut, Rabu 3 September. Saat itu, Samsu Niang yang sudah golongan IV/A harus meninggalkan status pegawai negeri sipil (PNS).

Alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan IKIP Makassar itu lebih memilih politik. Alasannya, perjuangan terhadap peningkatan kualitas pendidikan bisa lebih maksimal jika berada di parlemen, ketimbang bertahan sebagai guru. Dia lalu terpilih menjadi anggota DPRD Makassar periode 2004 - 2009.

Pada periode berikutnya, yakni 2009 - 20014, Samsu Niang kembali terpilih, Dia dipercaya sebagai wakil ketua DPRD Makassar. Setelah PDK tidak ikut Pemilu 2014, dia hijrah ke PDI Perjuangan.

Mantan guru olahraga SMP Bantimala Pangkep itu loncat kelas langsung ke DPR RI.

Pada pemilu legislatif 2014, mantan wakil kepala sekolah SMP 32 Makassar itu memilih bertarung di Dapil Sulsel 2 yang meliputi Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai dan Bulukumba. Dia merasa punya potensi lolos disitu karena putra asli Soppeng, pernah mengajar di Pangkep, dan koordinator Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk wilayah Pangkep dan Sinjai.

Hitungannya cukup cermat. Suami Andi Suryani ini meraih 39.122 suara di Dapil 2 yang mengantarkannya ke DPR RI sekaligus mengakhiri peceklik kursi PDIP asal Sulsel di Senayan. Daerah kelahirannya, Soppeng berkontribusi paling besar, yakni 29.818 suara.

Di Senayan nanti, Samsu Niang berharap bisa duduk di Komisi X yang membidangi pendidikan, pemuda, dan olahraga. (Nur/Sap)

Dikutip dari Harian Fajar, Hari Sabtu, 6 September 2014        
Berita

'Samsu Niang' Tidak Sia-sia Abaikan Jabatan Kasek

Posted by Unknown  | 


Mengenal Wakil Sulsel di DPR RI Periode 2014 - 2019

Samsu Niang dihadapkan pada dua pilihan sulit menjelang pemilu legislatif 2004.

Kala itu, dia mendapat dua "godaan" sekaligus, Wali Kota Makassar, Amiruddin Maula mengangkat Samsu Niang sebagai kepala SMPN 32. Pada sisi lain, dia ditawari menjadi calon anggota legislatif oleh partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

"Keluarga besar saya banyak tidak setuju saya masuk politik," kata caleg terpilih untuk DPR RI asal PDI Perjuangan tersebut, Rabu 3 September. Saat itu, Samsu Niang yang sudah golongan IV/A harus meninggalkan status pegawai negeri sipil (PNS).

Alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan IKIP Makassar itu lebih memilih politik. Alasannya, perjuangan terhadap peningkatan kualitas pendidikan bisa lebih maksimal jika berada di parlemen, ketimbang bertahan sebagai guru. Dia lalu terpilih menjadi anggota DPRD Makassar periode 2004 - 2009.

Pada periode berikutnya, yakni 2009 - 20014, Samsu Niang kembali terpilih, Dia dipercaya sebagai wakil ketua DPRD Makassar. Setelah PDK tidak ikut Pemilu 2014, dia hijrah ke PDI Perjuangan.

Mantan guru olahraga SMP Bantimala Pangkep itu loncat kelas langsung ke DPR RI.

Pada pemilu legislatif 2014, mantan wakil kepala sekolah SMP 32 Makassar itu memilih bertarung di Dapil Sulsel 2 yang meliputi Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai dan Bulukumba. Dia merasa punya potensi lolos disitu karena putra asli Soppeng, pernah mengajar di Pangkep, dan koordinator Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk wilayah Pangkep dan Sinjai.

Hitungannya cukup cermat. Suami Andi Suryani ini meraih 39.122 suara di Dapil 2 yang mengantarkannya ke DPR RI sekaligus mengakhiri peceklik kursi PDIP asal Sulsel di Senayan. Daerah kelahirannya, Soppeng berkontribusi paling besar, yakni 29.818 suara.

Di Senayan nanti, Samsu Niang berharap bisa duduk di Komisi X yang membidangi pendidikan, pemuda, dan olahraga. (Nur/Sap)

Dikutip dari Harian Fajar, Hari Sabtu, 6 September 2014        

10:48:00 AM Share:

Kamis, 05 Juni 2014

Jumat, 25 April 2014


Soppeng, BKM-- Calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan untuk DPR-RI, Samsu Niang meraih suara terbanyak di empat daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Soppeng. 

Samsu Niang meraih 29.813 suara dari total suara PDIP 37.049 suara dan mengungguli caleg DPR-RI lainnya dari 11 partai politik yang bertarung.


Hal tersebut diketahui setelah dilakukan rekapitulasi suara oleh KPU Soppeng dan diserahkan ke KPU Sulsel untuk direkapitulasi ulang.


Adapun total suara sah yang diperoleh 12 parpol sebanyak 136.904 dari 183 391 pemilih. Itupun diluar dari Daftar Pemilih Tambah (DPTb), Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan DPKTb/ yakni pengguna KTP,KK.


Berikut perolehan suara caleg peraih suara terbanyak berdasarkan nomor urut partai.


Caleg Partai Nasdem, Akbar Faizal meraih 4.006 suara, caleg PKB HA Basri Jaya meraih 1.800 suara, caleg PKS HA Akmal Pasluddin meraih 2.972 suara, caleg PDIP Samsu Niang meraih 29.813 suara, caleg partai Golkar M.Basri Sidehabi meraih 8.577 suara.


Sementara itu, caleg partai Gerindra Yasir Mahmud meraih 5.383 suara, caleg partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah meraih 7.242, caleg PAN Hj A Yuliani Paris meraih 1.480 suara, caleg PPP HA Jamaro Dulung  meraih 12.218 suara, caleg Hanura HA Rahman Halid meraih 791 suara, caleg PBB Umar Usman meraih 219 suara dan caleg PKPI Ramzah Tabraman meraih 74 suara.


Perolehan suara Samsu Niang memang cukup signifikan karena Samsu Niang sudah dikenal luas oleh masyarakat Soppeng, karena dia pernah mencalonkan diri sebagai calon Bupati Soppeng periode 2010- 2015.(Fir/war/c)


Sumber


Soppeng

Samsu Niang Raih Suara Terbanyak

Posted by Unknown  | 


Soppeng, BKM-- Calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan untuk DPR-RI, Samsu Niang meraih suara terbanyak di empat daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Soppeng. 

Samsu Niang meraih 29.813 suara dari total suara PDIP 37.049 suara dan mengungguli caleg DPR-RI lainnya dari 11 partai politik yang bertarung.


Hal tersebut diketahui setelah dilakukan rekapitulasi suara oleh KPU Soppeng dan diserahkan ke KPU Sulsel untuk direkapitulasi ulang.


Adapun total suara sah yang diperoleh 12 parpol sebanyak 136.904 dari 183 391 pemilih. Itupun diluar dari Daftar Pemilih Tambah (DPTb), Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan DPKTb/ yakni pengguna KTP,KK.


Berikut perolehan suara caleg peraih suara terbanyak berdasarkan nomor urut partai.


Caleg Partai Nasdem, Akbar Faizal meraih 4.006 suara, caleg PKB HA Basri Jaya meraih 1.800 suara, caleg PKS HA Akmal Pasluddin meraih 2.972 suara, caleg PDIP Samsu Niang meraih 29.813 suara, caleg partai Golkar M.Basri Sidehabi meraih 8.577 suara.


Sementara itu, caleg partai Gerindra Yasir Mahmud meraih 5.383 suara, caleg partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah meraih 7.242, caleg PAN Hj A Yuliani Paris meraih 1.480 suara, caleg PPP HA Jamaro Dulung  meraih 12.218 suara, caleg Hanura HA Rahman Halid meraih 791 suara, caleg PBB Umar Usman meraih 219 suara dan caleg PKPI Ramzah Tabraman meraih 74 suara.


Perolehan suara Samsu Niang memang cukup signifikan karena Samsu Niang sudah dikenal luas oleh masyarakat Soppeng, karena dia pernah mencalonkan diri sebagai calon Bupati Soppeng periode 2010- 2015.(Fir/war/c)


Sumber


8:30:00 PM Share:

Kamis, 24 April 2014


Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari PDIP, Samsu Niang mengincar kursi komisi X yang membidangi Pendidikan, jika namanya lolos sebagai anggota DPR RI.

“Intinya kalau nama saya lolos sebagai anggota DPR RI, saya mungkin mengincar posisi di komisi X membidangi pendidikan,” katanya, Rabu (23/4/14).

Menurutnya, targetnya akan pindah ke Jakarta (senayan) hanya ingin memperjuangkan kesejahteraan guru di Sulsel. Selain itu juga bagaimana mengirim generasi muda Sulsel untuk melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri. “Intinya, ingin memajukan masyarakat Sulsel, ”

Sebagai pejuang pendidikan, Samsu berniat untuk memperbaiki kualitas guru dan pendidikan di Sulsel, yang selama ini memang masih memprihatinkan.

Sumber

Berita

Samsu Niang Incar Komisi X DPR RI

Posted by Unknown  | 


Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari PDIP, Samsu Niang mengincar kursi komisi X yang membidangi Pendidikan, jika namanya lolos sebagai anggota DPR RI.

“Intinya kalau nama saya lolos sebagai anggota DPR RI, saya mungkin mengincar posisi di komisi X membidangi pendidikan,” katanya, Rabu (23/4/14).

Menurutnya, targetnya akan pindah ke Jakarta (senayan) hanya ingin memperjuangkan kesejahteraan guru di Sulsel. Selain itu juga bagaimana mengirim generasi muda Sulsel untuk melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri. “Intinya, ingin memajukan masyarakat Sulsel, ”

Sebagai pejuang pendidikan, Samsu berniat untuk memperbaiki kualitas guru dan pendidikan di Sulsel, yang selama ini memang masih memprihatinkan.

Sumber

4:41:00 PM Share:

Berikut adalah data-data para Caleg yang berhak memperoleh kursi DPR RI DAPIL II SULSEL, masa bakti 2014-2019. Diurut berdasarkan urutan satu sampai sembilan. Catatan, data raiahan suara pribadi para Caleg yang dicantumkan :

1. Andi Rio Idris Padjalangi (Partai Golkar)

2. Andi Iwan Darmawan Aras (Gerindra)

3. Syamsul Bachri (Partai Golkar)

4. Moh Djafar Hafsah (Demokrat)

5. Andi Taufan Tiro (PAN)

6. Andi Muh. Ghalib (PPP)

7. Samsu Niang (PDIP)

8. Akbar Faisal (Nasdem)

9. Akmal Pasluddin (PKS)

Berita

Siapa Lolos Anggota DPR RI 2014-2019 ?

Posted by Unknown  | 


Berikut adalah data-data para Caleg yang berhak memperoleh kursi DPR RI DAPIL II SULSEL, masa bakti 2014-2019. Diurut berdasarkan urutan satu sampai sembilan. Catatan, data raiahan suara pribadi para Caleg yang dicantumkan :

1. Andi Rio Idris Padjalangi (Partai Golkar)

2. Andi Iwan Darmawan Aras (Gerindra)

3. Syamsul Bachri (Partai Golkar)

4. Moh Djafar Hafsah (Demokrat)

5. Andi Taufan Tiro (PAN)

6. Andi Muh. Ghalib (PPP)

7. Samsu Niang (PDIP)

8. Akbar Faisal (Nasdem)

9. Akmal Pasluddin (PKS)

8:20:00 AM Share:

Jumat, 11 April 2014


MAKASSAR, BKM -- Berdasarkan hasil perhitungan sementara pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 yang dilakukan beberapa partai politik dan lembaga survei, separuh calon anggota legislatif (caleg) incumbent DPR RI diperkirakan tidak terpilih kembali. Dari 24 kursi yang diperebutkan di tiga daerah pemilihan (dapil), hanya ada tujuh incumbent dari 22 incumbent yang berpeluang oppo atau terpilih kembali. 

Bocoran yang diperoleh BKM dari hasil perhitungan suara yang dilakukan posko hitung cepat partai politik dan beberapa lembaga survei sejak Rabu (9/4)  petang hingga Kamis (10/4) menyebutkan, di dapil Sulsel I meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar yang memperebutkan 8 kursi, nama caleg PAN Indira Chunda Tita Syahrul, caleg PKS Tamsil Linrung dan caleg Golkar  Emil Abeng  yang kemungkinan besar kembali lolos ke senayan. 

Sementara caleg incumbent lainnya seperti Ahmad Dg Se're (PPP), Reza Ali (Demokrat), dr Nizar Sihab (Demokrat), Mestariani Habie (Gerindra) dan Asmin Amin (PKS) hingga kemarin belum aman.

Untuk dapil Sulsel II meliputi Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Soppeng, Wajo, Bone, Bulukumba dan Sinjai diperkirakan hanya dua incumbent yang terpilih kembali yakni Andi Rio Padjalangi (Golkar) dan Syamsul Bachri (Golkar).  Sedangkan lima caleg incumbent lainnya masih rawan. Mereka  yakni Jafar Hafsah (Demokrat), Gaffar Patappe (Demokrat), Andi Taufan Tiro (PAN), Rahman Halid (Hanura) dan Basri Sidehabi (Golkar). 

Hal yang sama juga terjadi di dapil Sulsel III meliputi Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, Luwu, Lutim dan Lutra. Di dapil ini, hanya dua nama yang aman yakni Markus Nari (Golkar) dan Andi Timo Pangerang (Demokrat). 

Lima caleg incumbent lainnya masih rawan. Kelimanya  yakni Bahrum Daido (Demokrat), Amran (PAN), Andi Rahmat (PKS), Riyani Sudirman (Golkar) dan Mukhtar Amna (Hanura). 

Sementara itu, bocoran data untuk caleg DPR RI yang lolos di tiap dapil baik incumbent maupun pendatang baru menyebutkan bahwa, untuk dapil Sulsel I  yang berpeluang lolos adalah Hamka B Kadi (Golkar), Aliyah Mustika (Demokrat), Deniary Alwi Hamu (Gerindra), Indira Chunda Tita Syahrul (PAN), Emil Ameng (Golkar), Dewie Yasin Limpo (Hanura) dan Tamsil Linrung (PKS). Sementara satu kursi yang tersisa masih diperebutkan caleg PPP. Nasdem dan PDIP. 

Di dapil Sulsel II yang berpeluang terpilih adalah Andi Rio Pajalangi (Golkar), Syamsul Bachri (Golkar), Andi Rudiyanto Asapa (Golkar), Akbar Faisal atau Malkan Amin (Nasdem), Nuraeni Barung (Demokrat), Andi Ghalib/A Mariattang (PPP) dan Samsu Niang (PDIP). Untuk kursi ke 8 dan 9 diperebutkan Hanura, Golkar dan PKS.

Bagaimana dengan dapil Sulsel III? Kekuatan caleg PPP Fatmawati Rusdi yang juga istri Bupati Sidrap Rusdi Masse hampir pasti melaju ke senayan. Selain Fatmawati, caleg yang berpeluang terpilih dari bocoran hasil perhitungan yang diterima adalah Pujiwatie Hatta (Golkar), Markus Nari (Golkar), Andi Nawir/Felicitas Tallulembang (Gerindra), Buhari Kahar M (PAN), dan Andi Timo P/Bahrum Daido (Demokrat). Sedangkan untuk satu kursi yang tersisa diperebutkan Nasdem, PKS, PDIP dan Hanura.

Atas prediksi ini, hampir pasti Partai Golkar menempatkan delapan politisinya di DPR RI dari tiga dapil di Sulsel. Hal ini diamini Bendahara Partai Golkar Sulsel, Ichsan Yasin Limpo. Ia memprediksi suara Golkar ke Senayan terjadi kenaikan dari pemilu sebelumnya. 
"Kenaikannya sangat bagus, namun hasilnya tunggu rekap KPU," ujar Ichsan yang juga Bupati Gowa kepada BKM, Rabu (9/4) malam. 

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo belum berani menyebut angka tentang jumlah kursi yang diperoleh Golkar di tiga dapil DPR RI. "Saya belum berani menyebut angka, termasuk nama-nama yang lolos. Kami tunggu sampai ada hasil resmi dari KPU," jelas Syahrul yang ditemui usai berbicara di depan pimpinan Fajar Group di Swiss Belinn Hotel, Makassar, Kamis (10/4). 

Berbeda dengan Golkar, Partai Gerindra malah lebih optimis. Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel H La Tinro La Tunrung yang dihubungi, Kamis (10/4) mengaku optimis Gerindra memeroleh empat hingga lima kursi dari tiga dapil untuk DPR RI. "Dapil I dan dapil II kita berharap masing-masing dua kursi. Sedangkan di dapil III hanya satu kursi saja," ujar mantan Bupati Enrekang ini.

Lantas apa tanggapan caleg yang disebut-sebut berpeluang terpilih? Sekretaris DPW PAN Sulsel Buhari Kahar M melalui timnya Irwan mengaku posisi kakak anggota DPD Abd Azis Qahhar ini sudah aman. "Iya Pak Buhari menempati posisi kursi kelima untuk dapil III," ujar Irwan, kemarin. 

Begitupun dengan Samsu Niang, caleg PDIP dai dapil Sulsel II. "Alhamdulillah suara saya cukup signifikasi dari data yang saya peroleh. Di Soppeng saja sudah mencapai puluhan ribu. Belum lagi jika ditambah suara dari Pangkep, Parepare dan Barru," kata Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini. (/A)


Prediksi Caleg DPR RI yang Lolos

Sulsel I
1. Hamka B Kadi (Golkar)
2. Aliyah Mustika (Demokrat)
3. Deniary Alwi Hamu (Gerindra)
4. Indira Chunda Tita Syahrul (PAN)
5. Emil Ameng (Golkar)
6. Dewie Yasin Limpo (Hanura)
7.Tamsil Linrung (PKS).
(Satu kursi yang tersisa masih diperebutkan caleg PPP, Nasdem dan PDIP)

Sulsel II
1. Andi Rio Pajalangi (Golkar)
2. Syamsul Bachri (Golkar)
3. Andi Rudiyanto Asapa (Golkar)
4. Akbar Faisal atau Malkan Amin (Nasdem)
5. Nuraeni Barung (Demokrat)
6. Andi Ghalib/A Mariattang (PPP)
7. Samsu Niang (PDIP).
(Untuk kursi ke 8 dan 9 diperebutkan Hanura, Golkar dan PKS)

Sulsel III
1. Fatmawati Rusdi (PPP)
2. Pujiwatie Hatta (Golkar)
3. Markus Nari (Golkar)
4. Andi Nawir/Felicitas Tallulembang (Gerindra)
5. Buhari Kahar M (PAN)
6. Andi Timo P/Bahrum Daido (Demokrat)
(Satu kursi yang tersisa diperebutkan Nasdem, PKS, PDIP dan Hanura)

Diolah dari berbagai sumber data

--------------------------------------------------------

Prediksi Incumbent yang tumbang

Sulsel I

-Ahmad Dg Se're (PPP)
-Reza Ali (Demokrat)
-dr Nizar Sihab (Demokrat)
-Mestariani Habie (Gerindra) -Asmin Amin (PKS) 

Sulsel II

-Jafar Hafsah (Demokrat)
-Gaffar Patappe (Demokrat)
-Andi Taufan Tiro (PAN)
-Rahman Halid (Hanura) 
-Basri Sidehabi (Golkar)

Sulsel III

-Bahrum Daido (Demokrat)
-Amran (PAN)
-Andi Rahmat (PKS)
-Riyani Sudirman (Golkar) 
-Mukhtar Amna (Hanura)

Diolah dari berbagai sumber data

REPORTER: ARIF SITUJU
EDITOR: MUH ARSAN FITRI

Sumber


Berita

Lebih Separuh Caleg Incumbent Tumbang

Posted by Unknown  | 


MAKASSAR, BKM -- Berdasarkan hasil perhitungan sementara pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 yang dilakukan beberapa partai politik dan lembaga survei, separuh calon anggota legislatif (caleg) incumbent DPR RI diperkirakan tidak terpilih kembali. Dari 24 kursi yang diperebutkan di tiga daerah pemilihan (dapil), hanya ada tujuh incumbent dari 22 incumbent yang berpeluang oppo atau terpilih kembali. 

Bocoran yang diperoleh BKM dari hasil perhitungan suara yang dilakukan posko hitung cepat partai politik dan beberapa lembaga survei sejak Rabu (9/4)  petang hingga Kamis (10/4) menyebutkan, di dapil Sulsel I meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar yang memperebutkan 8 kursi, nama caleg PAN Indira Chunda Tita Syahrul, caleg PKS Tamsil Linrung dan caleg Golkar  Emil Abeng  yang kemungkinan besar kembali lolos ke senayan. 

Sementara caleg incumbent lainnya seperti Ahmad Dg Se're (PPP), Reza Ali (Demokrat), dr Nizar Sihab (Demokrat), Mestariani Habie (Gerindra) dan Asmin Amin (PKS) hingga kemarin belum aman.

Untuk dapil Sulsel II meliputi Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Soppeng, Wajo, Bone, Bulukumba dan Sinjai diperkirakan hanya dua incumbent yang terpilih kembali yakni Andi Rio Padjalangi (Golkar) dan Syamsul Bachri (Golkar).  Sedangkan lima caleg incumbent lainnya masih rawan. Mereka  yakni Jafar Hafsah (Demokrat), Gaffar Patappe (Demokrat), Andi Taufan Tiro (PAN), Rahman Halid (Hanura) dan Basri Sidehabi (Golkar). 

Hal yang sama juga terjadi di dapil Sulsel III meliputi Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, Luwu, Lutim dan Lutra. Di dapil ini, hanya dua nama yang aman yakni Markus Nari (Golkar) dan Andi Timo Pangerang (Demokrat). 

Lima caleg incumbent lainnya masih rawan. Kelimanya  yakni Bahrum Daido (Demokrat), Amran (PAN), Andi Rahmat (PKS), Riyani Sudirman (Golkar) dan Mukhtar Amna (Hanura). 

Sementara itu, bocoran data untuk caleg DPR RI yang lolos di tiap dapil baik incumbent maupun pendatang baru menyebutkan bahwa, untuk dapil Sulsel I  yang berpeluang lolos adalah Hamka B Kadi (Golkar), Aliyah Mustika (Demokrat), Deniary Alwi Hamu (Gerindra), Indira Chunda Tita Syahrul (PAN), Emil Ameng (Golkar), Dewie Yasin Limpo (Hanura) dan Tamsil Linrung (PKS). Sementara satu kursi yang tersisa masih diperebutkan caleg PPP. Nasdem dan PDIP. 

Di dapil Sulsel II yang berpeluang terpilih adalah Andi Rio Pajalangi (Golkar), Syamsul Bachri (Golkar), Andi Rudiyanto Asapa (Golkar), Akbar Faisal atau Malkan Amin (Nasdem), Nuraeni Barung (Demokrat), Andi Ghalib/A Mariattang (PPP) dan Samsu Niang (PDIP). Untuk kursi ke 8 dan 9 diperebutkan Hanura, Golkar dan PKS.

Bagaimana dengan dapil Sulsel III? Kekuatan caleg PPP Fatmawati Rusdi yang juga istri Bupati Sidrap Rusdi Masse hampir pasti melaju ke senayan. Selain Fatmawati, caleg yang berpeluang terpilih dari bocoran hasil perhitungan yang diterima adalah Pujiwatie Hatta (Golkar), Markus Nari (Golkar), Andi Nawir/Felicitas Tallulembang (Gerindra), Buhari Kahar M (PAN), dan Andi Timo P/Bahrum Daido (Demokrat). Sedangkan untuk satu kursi yang tersisa diperebutkan Nasdem, PKS, PDIP dan Hanura.

Atas prediksi ini, hampir pasti Partai Golkar menempatkan delapan politisinya di DPR RI dari tiga dapil di Sulsel. Hal ini diamini Bendahara Partai Golkar Sulsel, Ichsan Yasin Limpo. Ia memprediksi suara Golkar ke Senayan terjadi kenaikan dari pemilu sebelumnya. 
"Kenaikannya sangat bagus, namun hasilnya tunggu rekap KPU," ujar Ichsan yang juga Bupati Gowa kepada BKM, Rabu (9/4) malam. 

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo belum berani menyebut angka tentang jumlah kursi yang diperoleh Golkar di tiga dapil DPR RI. "Saya belum berani menyebut angka, termasuk nama-nama yang lolos. Kami tunggu sampai ada hasil resmi dari KPU," jelas Syahrul yang ditemui usai berbicara di depan pimpinan Fajar Group di Swiss Belinn Hotel, Makassar, Kamis (10/4). 

Berbeda dengan Golkar, Partai Gerindra malah lebih optimis. Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel H La Tinro La Tunrung yang dihubungi, Kamis (10/4) mengaku optimis Gerindra memeroleh empat hingga lima kursi dari tiga dapil untuk DPR RI. "Dapil I dan dapil II kita berharap masing-masing dua kursi. Sedangkan di dapil III hanya satu kursi saja," ujar mantan Bupati Enrekang ini.

Lantas apa tanggapan caleg yang disebut-sebut berpeluang terpilih? Sekretaris DPW PAN Sulsel Buhari Kahar M melalui timnya Irwan mengaku posisi kakak anggota DPD Abd Azis Qahhar ini sudah aman. "Iya Pak Buhari menempati posisi kursi kelima untuk dapil III," ujar Irwan, kemarin. 

Begitupun dengan Samsu Niang, caleg PDIP dai dapil Sulsel II. "Alhamdulillah suara saya cukup signifikasi dari data yang saya peroleh. Di Soppeng saja sudah mencapai puluhan ribu. Belum lagi jika ditambah suara dari Pangkep, Parepare dan Barru," kata Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini. (/A)


Prediksi Caleg DPR RI yang Lolos

Sulsel I
1. Hamka B Kadi (Golkar)
2. Aliyah Mustika (Demokrat)
3. Deniary Alwi Hamu (Gerindra)
4. Indira Chunda Tita Syahrul (PAN)
5. Emil Ameng (Golkar)
6. Dewie Yasin Limpo (Hanura)
7.Tamsil Linrung (PKS).
(Satu kursi yang tersisa masih diperebutkan caleg PPP, Nasdem dan PDIP)

Sulsel II
1. Andi Rio Pajalangi (Golkar)
2. Syamsul Bachri (Golkar)
3. Andi Rudiyanto Asapa (Golkar)
4. Akbar Faisal atau Malkan Amin (Nasdem)
5. Nuraeni Barung (Demokrat)
6. Andi Ghalib/A Mariattang (PPP)
7. Samsu Niang (PDIP).
(Untuk kursi ke 8 dan 9 diperebutkan Hanura, Golkar dan PKS)

Sulsel III
1. Fatmawati Rusdi (PPP)
2. Pujiwatie Hatta (Golkar)
3. Markus Nari (Golkar)
4. Andi Nawir/Felicitas Tallulembang (Gerindra)
5. Buhari Kahar M (PAN)
6. Andi Timo P/Bahrum Daido (Demokrat)
(Satu kursi yang tersisa diperebutkan Nasdem, PKS, PDIP dan Hanura)

Diolah dari berbagai sumber data

--------------------------------------------------------

Prediksi Incumbent yang tumbang

Sulsel I

-Ahmad Dg Se're (PPP)
-Reza Ali (Demokrat)
-dr Nizar Sihab (Demokrat)
-Mestariani Habie (Gerindra) -Asmin Amin (PKS) 

Sulsel II

-Jafar Hafsah (Demokrat)
-Gaffar Patappe (Demokrat)
-Andi Taufan Tiro (PAN)
-Rahman Halid (Hanura) 
-Basri Sidehabi (Golkar)

Sulsel III

-Bahrum Daido (Demokrat)
-Amran (PAN)
-Andi Rahmat (PKS)
-Riyani Sudirman (Golkar) 
-Mukhtar Amna (Hanura)

Diolah dari berbagai sumber data

REPORTER: ARIF SITUJU
EDITOR: MUH ARSAN FITRI

Sumber


6:27:00 PM Share:

Rabu, 02 April 2014


SOPPENG, BKM -- Tim kelelawar yang dibentuk calon legislatif (caleg) DPR RI Samsu Niang kini aktif mensosialisasikan jagoannya. Mereka menyisir berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.
Sedikitnya ada puluhan orang yang secara  khusus telah dibekali pelatihan untuk mensosialisasikan Samsu Niang sebagai caleg DPR RI.
Menurut Samsu Niang yang saat ini masih tercatat sebagai Wakil Ketua  DPRD Kota Makassar, sudah tujuh  bulan timnya melakukan berbagai pergerakan politik. Hasilnya mampu meningkatkan elektabilitas dirinya sebagai caleg.
Dari hasil survei terakhir, Samsu Niang termasuk caleg yang berpeluang besar melenggang ke Senayan, jika pemilu dilaksanakan hari ini. Namun ia yakin bahwa kondisi tidak akan terlalu banyak lagi berubah dalam waktu 9 hari.
Sebagai politikus, Samsu Niang mengaku dirinya telah mempersiapkan  tiga hal untuk bisa berkompetisi. Yakni alat main, alat ukur, dan alat tukar. Hal ini diyakini bisa meningkatkan kepercayaan diri  sebagai  politikus untuk bisa bermain dalam kancah politik.
Selain itu, kata Samsu Niang, pergerakan politik bukan hanya bisa menguasai satu daerah, tapi ia harus mampu menyebar ke mana-mana. "Saya misalnya, sampai hari ini, khusus untuk caleg DPR RI, belum  ada yang mampu menyisir seluruh pulau di Kabupaten Pangkep. Begitu juga di Soppeng, saya sudah naik turun gunung menyusuri lembah-lembah dan masuk sampai daerah pedalaman. Warga di sana 

mengklaim belum ada caleg pusat yang masuk ke daerahnya, seperti Kampung Gellengnge yang ada di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa,'' ungkap caleg PDIP ini. (fir/rus/c)
Sumber
Berita

Tim Kelelawar Aktif Sosialisasikan Samsu Niang

Posted by Unknown  | 


SOPPENG, BKM -- Tim kelelawar yang dibentuk calon legislatif (caleg) DPR RI Samsu Niang kini aktif mensosialisasikan jagoannya. Mereka menyisir berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.
Sedikitnya ada puluhan orang yang secara  khusus telah dibekali pelatihan untuk mensosialisasikan Samsu Niang sebagai caleg DPR RI.
Menurut Samsu Niang yang saat ini masih tercatat sebagai Wakil Ketua  DPRD Kota Makassar, sudah tujuh  bulan timnya melakukan berbagai pergerakan politik. Hasilnya mampu meningkatkan elektabilitas dirinya sebagai caleg.
Dari hasil survei terakhir, Samsu Niang termasuk caleg yang berpeluang besar melenggang ke Senayan, jika pemilu dilaksanakan hari ini. Namun ia yakin bahwa kondisi tidak akan terlalu banyak lagi berubah dalam waktu 9 hari.
Sebagai politikus, Samsu Niang mengaku dirinya telah mempersiapkan  tiga hal untuk bisa berkompetisi. Yakni alat main, alat ukur, dan alat tukar. Hal ini diyakini bisa meningkatkan kepercayaan diri  sebagai  politikus untuk bisa bermain dalam kancah politik.
Selain itu, kata Samsu Niang, pergerakan politik bukan hanya bisa menguasai satu daerah, tapi ia harus mampu menyebar ke mana-mana. "Saya misalnya, sampai hari ini, khusus untuk caleg DPR RI, belum  ada yang mampu menyisir seluruh pulau di Kabupaten Pangkep. Begitu juga di Soppeng, saya sudah naik turun gunung menyusuri lembah-lembah dan masuk sampai daerah pedalaman. Warga di sana 

mengklaim belum ada caleg pusat yang masuk ke daerahnya, seperti Kampung Gellengnge yang ada di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa,'' ungkap caleg PDIP ini. (fir/rus/c)
Sumber

10:45:00 PM Share:

Sabtu, 22 Maret 2014


Calon angota DPR RI dapil Sul-Sel 2 Samsu Niang mengakui di sul-sel lolos menuju parlemen di Senayan priode 2014-2019 mendatang hal ini dikatakan saat ditemui di DPRD kota Makssar.

Calon legislasi PDIP nomor urut 2 yang meliputi kabupaten Soppeng, Parepare, Barru, Pangkep, Bone, Sinjai, Bulukumba, Wajo dan Maros mengakui setiap hari bersama tim pemenangnya turun konsolidasi ditengah konstituen.

Wakil ketua DPRD kota Makassar ini mengaku suaranya sedikit parau akibat intesnya konsolidasi dari hari kehari di sejumlah kabupaten yang ada di Sul-Sel.kendati demikian yang menjadi tujuannya maju ke Senayan yakni untuk meningkatkan kualitas pendidiikan di Sul-Sel.

Legislator dari fraksi PDIP ini menambahkan rendahnya kualitas pendidikan di indonesia karena lemahnya para guru menggali potensi anak. Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa kurikulum yang sentralistik juga membuat potret pendidikan semakin buram yang tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Sehinggah para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

Tujuan sosialisasi disejumlah kabupaten di Sul-Sel 2 ini dalam rangka pemenangan PDIP untuk maju legislasi senayan di DPR-RI. Pasalnya jika lolos disenanayan DPR-RI ia berjannji memasukkan investasi di Sul-Sel untuk pendidikan baik itu setvikasi gaji guru maupun jam mengajar baik dikota maupun di desa terpencil agar potensi belajar mengajar lebih efektif dan berkualitas.
Must.-08jan2014-.

Sumber : makassartv.co.id

Berita

Samsu Niang Optimis Maju Di Parlemen Senayan

Posted by Unknown  | 


Calon angota DPR RI dapil Sul-Sel 2 Samsu Niang mengakui di sul-sel lolos menuju parlemen di Senayan priode 2014-2019 mendatang hal ini dikatakan saat ditemui di DPRD kota Makssar.

Calon legislasi PDIP nomor urut 2 yang meliputi kabupaten Soppeng, Parepare, Barru, Pangkep, Bone, Sinjai, Bulukumba, Wajo dan Maros mengakui setiap hari bersama tim pemenangnya turun konsolidasi ditengah konstituen.

Wakil ketua DPRD kota Makassar ini mengaku suaranya sedikit parau akibat intesnya konsolidasi dari hari kehari di sejumlah kabupaten yang ada di Sul-Sel.kendati demikian yang menjadi tujuannya maju ke Senayan yakni untuk meningkatkan kualitas pendidiikan di Sul-Sel.

Legislator dari fraksi PDIP ini menambahkan rendahnya kualitas pendidikan di indonesia karena lemahnya para guru menggali potensi anak. Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa kurikulum yang sentralistik juga membuat potret pendidikan semakin buram yang tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Sehinggah para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

Tujuan sosialisasi disejumlah kabupaten di Sul-Sel 2 ini dalam rangka pemenangan PDIP untuk maju legislasi senayan di DPR-RI. Pasalnya jika lolos disenanayan DPR-RI ia berjannji memasukkan investasi di Sul-Sel untuk pendidikan baik itu setvikasi gaji guru maupun jam mengajar baik dikota maupun di desa terpencil agar potensi belajar mengajar lebih efektif dan berkualitas.
Must.-08jan2014-.

Sumber : makassartv.co.id

6:58:00 AM Share:

Setelah melakukan sosialisasi secara massif di Kabupaten Soppeng, Samsu Niang, calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan kembali menemui masyarakat Kabupaten Pangkep. Samsu Niang menganggap Kabupaten Pangkep seperti kampung halamannya sendiri.

Kabupaten Pangkep bukanlah daerah asing bagi Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini. Ia cukup lama berdomisili di Pangkep. Saat masih menjadi seorang guru, Samsu Niang pernah menjadi tenaga pengajar di SMP Negeri Tondong Tallasa (Dulu SMP Negeri Bantimalah) Kecamatan Balocci.

"Pangkep sudah seperti kampung saya sendiri. Banyak hal yang saya peroleh saat saya mengajar di SMP Bantimalah yang sekarang berubah menjadi SMP Tondong Tallasa," kata Samsu Niang kepada BKM, Senin (3/3).

Samsu Niang mengaku, masyarakat Pangkep adalah masyarakat yang memiliki jiwa sosial dan kekeluargaan yang sangat tinggi. Selain itu, masyarakat kabupaten ini juga sangat peduli terhadap sesama dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan agama.

"Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh selama menjadi guru di Kabupaten Pangkep. Murid-murid dan orangtua murid pada saat itu memiliki semangat terhadap pendidikan. Makanya, banyak warga Pangkep yang berhasil di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya," kata mantan Calon Bupati Soppeng ini.

Dengan latar belakang inilah, Samsu Niang merasa memiliki ikatan emosional dengan daerah penghasil ikan bolu ini. Malahan saat ini Samsu Niang menjadi caleg DPRI di daerah pemilihan Sulsel II yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai dan Bulukumba.

"Insya Allah jika dipercaya oleh masyarakat yang ada di daerah pemilihan saya, termasuk Pangkep, saya akan berusaha memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat di daerah pemilihan saya," kata mantan guru di SMPN 32 Makassar ini.

Samsu Niang mengaku, pengalamannya menjadi anggota DPRD Kota Makassar selama dua periode menjadi bahan pelajaran ketika ia dipercaya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulsel II pada Pemilu 9 April mendatang. Bukan itu saja, cara-cara perjuangannya membela masyarakat tidak hanya ditempa selama duduk sebagai wakil rakyat. Selama menjadi Ketua FKPAGI Sulsel--lembaga yang memperjuangkan nasib guru--ia pun kerap turun ke jalan mendesak pemerintah memerhatikan nasib para guru.

"Menjadi wakil rakyat itu bukan hanya berada di gedung DPR saja menjalankan tiga fungsi dewan yaitu fungsi pengawasan, budgeting dan legislasi. Tetapi anggota dewan juga harus rajin menemui masyarakat untuk mengetahui apa keinginan masyarakat. Bahkan, kalau bisa mampu menyelesaikan masalah masyarakat yang bersifat mendesak," katanya.

Pekan lalu, Samsu Niang telah mengunjungi sejumlah kecamatan di Kabupaten Soppeng. Sebagai daerah dimana ia dibesarkan, Samsu Niang sangat intens mendatangi kabupaten ini. Di Soppeng, Samsu mendatangi daerah pegunungan di wilayah Kecamatan Marioriawa, yakni Kampung Gellenge.

Di daerah ini, Samsu mengaku prihatin dengan kehidupan warga. Terutama infrastruktur jalan yang tak memadai. Menurut Samsu Niang, bilamana ada garis tangan untuk duduk di DPR RI, ia akan membantu agar jalan poros Lejja-Gellenge bisa diperbaiki. Dan tentu sebagai putra Soppeng ia akan memperjuangkan daerahnya bisa mendapat anggaran lebih besar.

Olehnya itu, ia  minta masyarakat Soppeng  khususnya Kampung Gellenge agar memilih wakilnya yang bisa menyuarakan aspirasinya dan bisa  memberikan solusi bagi masyarakat yang berdomisili di kawasan hutan seperti Kampung Gellenge. (*)

Sumber : beritakotamakassar.com

Berita

Samsu Niang "Pulang Kampung" ke Pangkep

Posted by Unknown  | 


Setelah melakukan sosialisasi secara massif di Kabupaten Soppeng, Samsu Niang, calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan kembali menemui masyarakat Kabupaten Pangkep. Samsu Niang menganggap Kabupaten Pangkep seperti kampung halamannya sendiri.

Kabupaten Pangkep bukanlah daerah asing bagi Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini. Ia cukup lama berdomisili di Pangkep. Saat masih menjadi seorang guru, Samsu Niang pernah menjadi tenaga pengajar di SMP Negeri Tondong Tallasa (Dulu SMP Negeri Bantimalah) Kecamatan Balocci.

"Pangkep sudah seperti kampung saya sendiri. Banyak hal yang saya peroleh saat saya mengajar di SMP Bantimalah yang sekarang berubah menjadi SMP Tondong Tallasa," kata Samsu Niang kepada BKM, Senin (3/3).

Samsu Niang mengaku, masyarakat Pangkep adalah masyarakat yang memiliki jiwa sosial dan kekeluargaan yang sangat tinggi. Selain itu, masyarakat kabupaten ini juga sangat peduli terhadap sesama dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan agama.

"Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh selama menjadi guru di Kabupaten Pangkep. Murid-murid dan orangtua murid pada saat itu memiliki semangat terhadap pendidikan. Makanya, banyak warga Pangkep yang berhasil di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya," kata mantan Calon Bupati Soppeng ini.

Dengan latar belakang inilah, Samsu Niang merasa memiliki ikatan emosional dengan daerah penghasil ikan bolu ini. Malahan saat ini Samsu Niang menjadi caleg DPRI di daerah pemilihan Sulsel II yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai dan Bulukumba.

"Insya Allah jika dipercaya oleh masyarakat yang ada di daerah pemilihan saya, termasuk Pangkep, saya akan berusaha memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat di daerah pemilihan saya," kata mantan guru di SMPN 32 Makassar ini.

Samsu Niang mengaku, pengalamannya menjadi anggota DPRD Kota Makassar selama dua periode menjadi bahan pelajaran ketika ia dipercaya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulsel II pada Pemilu 9 April mendatang. Bukan itu saja, cara-cara perjuangannya membela masyarakat tidak hanya ditempa selama duduk sebagai wakil rakyat. Selama menjadi Ketua FKPAGI Sulsel--lembaga yang memperjuangkan nasib guru--ia pun kerap turun ke jalan mendesak pemerintah memerhatikan nasib para guru.

"Menjadi wakil rakyat itu bukan hanya berada di gedung DPR saja menjalankan tiga fungsi dewan yaitu fungsi pengawasan, budgeting dan legislasi. Tetapi anggota dewan juga harus rajin menemui masyarakat untuk mengetahui apa keinginan masyarakat. Bahkan, kalau bisa mampu menyelesaikan masalah masyarakat yang bersifat mendesak," katanya.

Pekan lalu, Samsu Niang telah mengunjungi sejumlah kecamatan di Kabupaten Soppeng. Sebagai daerah dimana ia dibesarkan, Samsu Niang sangat intens mendatangi kabupaten ini. Di Soppeng, Samsu mendatangi daerah pegunungan di wilayah Kecamatan Marioriawa, yakni Kampung Gellenge.

Di daerah ini, Samsu mengaku prihatin dengan kehidupan warga. Terutama infrastruktur jalan yang tak memadai. Menurut Samsu Niang, bilamana ada garis tangan untuk duduk di DPR RI, ia akan membantu agar jalan poros Lejja-Gellenge bisa diperbaiki. Dan tentu sebagai putra Soppeng ia akan memperjuangkan daerahnya bisa mendapat anggaran lebih besar.

Olehnya itu, ia  minta masyarakat Soppeng  khususnya Kampung Gellenge agar memilih wakilnya yang bisa menyuarakan aspirasinya dan bisa  memberikan solusi bagi masyarakat yang berdomisili di kawasan hutan seperti Kampung Gellenge. (*)

Sumber : beritakotamakassar.com

6:44:00 AM Share:

Jumat, 21 Februari 2014


MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi terhadap Pasal 50 Ayat 3 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Menurut penilaian MK, RSBI telah menyebabkan diskriminasi dalam dunia pendidikan di tanah air.

Dengan adanya keputusan MK ini, berarti ada sekitar 1.300 sekolah berstatus RSBI pada sekolah-sekolah pemerintah, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMA di seluruh Indonesia, harus dibubarkan. MK mengembalikan RSBI menjadi sekolah biasa (reguler) dengan pertimbangan RSBI menimbulkan dualisme pendidikan, adanya diskriminasi pendidikan, pembedaan antara RSBI/SBI dengan non-RSBI/SBI menimbulkan adanya kastanisasi pendidikan.

Putusan penghapusan RSBI ini telah menimbulkan pro dan kontra mulai dari kalangan tenaga pendidik, pemerhati pendidikan, legislatif, dan masyarakat umum lainnya. Seperti apa sebenarnya plus minus dari sekolah RSBI dibandingkan sekolah reguler. Berikut petikan wawancara Berita Kota Makassar dengan Ketua Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia (FK PAGI) Sulsel, Drs. Samsu Niang, MPd, Rabu (9/1) siang kemarin.

BKM : Mahkamah Konstitusi telah memutuskan menghapus sekolah RSBI. Bagaimana tanggapan Bapak?

Samsu : Keputusan penghapusan RSBI memang cukup mengagetkan. Pasalnya, keberadaan RSBI seperti yang diamanatkan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. RSBI itu menjadi pembeda dengan sekolah reguler lainnya.

Tujuan pemerintah menghadirkan RSBI itu sebenarnya adalah untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan. Karena selama beberapa waktu, kualitas pendidikan di tanah air jeblok. Melihat kenyataan ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional menggagas RSBI.

Diharapkan dengan bersekolah di RSBI, para siswanya dapat lebih termotivasi dan terpacu untuk belajar. Begitu pula dengan para gurunya, dapat lebih meningkatkan kualitasnya. Sehingga ketika mengajarkan ilmu pengetahuan kepada siswanya, betul-betul ilmu yang bermanfaat dan berkualitas.

Namun dalam perjalanannya, justru ada beberapa guru yang mengajar di sejumlah sekolah RSBI tidak berupaya meningkatkan kualitasnya. Akibatnya, output siswa yang dihasilkan juga cenderung tidak jauh berbeda dengan sekolah reguler. Sementara biaya yang harus dikeluarkan para orangtua siswa semakin besar. Dengan adanya fakta ini, praktis banyak orangtua siswa merasa keberatan dan mengajukan protes.

BKM : Bagaimana seharusnya langkah dari sekolah-sekolah yang pernah berstatus RSBI dan sekarang sudah dihapuskan untuk tetap mempertahankan kualitasnya?

Samsu : Sekolah RSBI dan sekolah reguler tersebut sebenarnya hanya soal predikat dengan melihat kualitas lulusannya. Dengan adanya putusan MK, berarti tidak ada lagi perbedaan. Tapi dengan penghapusan RSBI tersebut hendaknya tidak membuat kualitas dari sekolah itu jadi melorot. Justru harus tetap dipertahankan. Bahkan terus ditingkatkan.

Para guru yang mengajar di sekolah RSBI harus menunjukkan kepada masyarakat kalau sekolah tempatnya mengajar memang pantas menyandang predikat RSBI yang sekarang sudah dihapuskan MK. Kalau kualitas mengajarnya menurun, tentu masyarakat akan membenarkan langkah MK menghapuskan RSBI. Untuk meningkatkan kualitas dan motivasi belajar siswa, pihak penyelenggara sekolah harus mengintensifkan kegiatan cerdas cermat atau secara intens mengikutkan siswanya pada kegiatan olimpiade ilmu pengetahuan.

BKM : Banyak sekolah sekarang lebih mendorong siswanya untuk mengejar ilmu pengetahuan dan mengabaikan sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Samsu : Ini juga sebenarnya yang menjadi masalah. Dalam suatu lingkungan sekolah seharusnya menyeimbangkan peningkatan inteligensi dan kegiatan ekstra kurikuler. Karena dengan intensifnya kegiatan ekstra kurikuler, maka keakraban di antara sesama siswa dapat terbina dengan baik. Ini juga akan mendorong kepekaan dengan lingkungan sekitarnya.

BKM : Tahun 2013 ini, pemerintah akan memberlakukan kurikulum baru. Bagaimana seharusnya pihak sekolah dalam menyikapi kondisi ini.

Samsu : Tujuan pemerintah melakukan perubahan kurikulum pada tahun ini sebenarnya untuk mendorong siswa dan guru lebih giat dalam melakukan proses belajar mengajar. Kurikulum baru ini juga akan mendorong siswa siswa untuk lebih rajin belajar. Pihak sekolah harus sedini mungkin mempersiapkan para tenaga pengajarnya untuk meningkatkan kualitasnya. Sehingga arah dan tujuan dari pendidikan nasional itu sendiri dapat tercapai sesuai yang diharapkan bersama. (Amiruddin Nur) BKM Online
Berita

Drs. Samsu Niang, MPd Ketua FK Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia Sulsel

Posted by Unknown  | 


MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi terhadap Pasal 50 Ayat 3 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Menurut penilaian MK, RSBI telah menyebabkan diskriminasi dalam dunia pendidikan di tanah air.

Dengan adanya keputusan MK ini, berarti ada sekitar 1.300 sekolah berstatus RSBI pada sekolah-sekolah pemerintah, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMA di seluruh Indonesia, harus dibubarkan. MK mengembalikan RSBI menjadi sekolah biasa (reguler) dengan pertimbangan RSBI menimbulkan dualisme pendidikan, adanya diskriminasi pendidikan, pembedaan antara RSBI/SBI dengan non-RSBI/SBI menimbulkan adanya kastanisasi pendidikan.

Putusan penghapusan RSBI ini telah menimbulkan pro dan kontra mulai dari kalangan tenaga pendidik, pemerhati pendidikan, legislatif, dan masyarakat umum lainnya. Seperti apa sebenarnya plus minus dari sekolah RSBI dibandingkan sekolah reguler. Berikut petikan wawancara Berita Kota Makassar dengan Ketua Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia (FK PAGI) Sulsel, Drs. Samsu Niang, MPd, Rabu (9/1) siang kemarin.

BKM : Mahkamah Konstitusi telah memutuskan menghapus sekolah RSBI. Bagaimana tanggapan Bapak?

Samsu : Keputusan penghapusan RSBI memang cukup mengagetkan. Pasalnya, keberadaan RSBI seperti yang diamanatkan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. RSBI itu menjadi pembeda dengan sekolah reguler lainnya.

Tujuan pemerintah menghadirkan RSBI itu sebenarnya adalah untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan. Karena selama beberapa waktu, kualitas pendidikan di tanah air jeblok. Melihat kenyataan ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional menggagas RSBI.

Diharapkan dengan bersekolah di RSBI, para siswanya dapat lebih termotivasi dan terpacu untuk belajar. Begitu pula dengan para gurunya, dapat lebih meningkatkan kualitasnya. Sehingga ketika mengajarkan ilmu pengetahuan kepada siswanya, betul-betul ilmu yang bermanfaat dan berkualitas.

Namun dalam perjalanannya, justru ada beberapa guru yang mengajar di sejumlah sekolah RSBI tidak berupaya meningkatkan kualitasnya. Akibatnya, output siswa yang dihasilkan juga cenderung tidak jauh berbeda dengan sekolah reguler. Sementara biaya yang harus dikeluarkan para orangtua siswa semakin besar. Dengan adanya fakta ini, praktis banyak orangtua siswa merasa keberatan dan mengajukan protes.

BKM : Bagaimana seharusnya langkah dari sekolah-sekolah yang pernah berstatus RSBI dan sekarang sudah dihapuskan untuk tetap mempertahankan kualitasnya?

Samsu : Sekolah RSBI dan sekolah reguler tersebut sebenarnya hanya soal predikat dengan melihat kualitas lulusannya. Dengan adanya putusan MK, berarti tidak ada lagi perbedaan. Tapi dengan penghapusan RSBI tersebut hendaknya tidak membuat kualitas dari sekolah itu jadi melorot. Justru harus tetap dipertahankan. Bahkan terus ditingkatkan.

Para guru yang mengajar di sekolah RSBI harus menunjukkan kepada masyarakat kalau sekolah tempatnya mengajar memang pantas menyandang predikat RSBI yang sekarang sudah dihapuskan MK. Kalau kualitas mengajarnya menurun, tentu masyarakat akan membenarkan langkah MK menghapuskan RSBI. Untuk meningkatkan kualitas dan motivasi belajar siswa, pihak penyelenggara sekolah harus mengintensifkan kegiatan cerdas cermat atau secara intens mengikutkan siswanya pada kegiatan olimpiade ilmu pengetahuan.

BKM : Banyak sekolah sekarang lebih mendorong siswanya untuk mengejar ilmu pengetahuan dan mengabaikan sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Samsu : Ini juga sebenarnya yang menjadi masalah. Dalam suatu lingkungan sekolah seharusnya menyeimbangkan peningkatan inteligensi dan kegiatan ekstra kurikuler. Karena dengan intensifnya kegiatan ekstra kurikuler, maka keakraban di antara sesama siswa dapat terbina dengan baik. Ini juga akan mendorong kepekaan dengan lingkungan sekitarnya.

BKM : Tahun 2013 ini, pemerintah akan memberlakukan kurikulum baru. Bagaimana seharusnya pihak sekolah dalam menyikapi kondisi ini.

Samsu : Tujuan pemerintah melakukan perubahan kurikulum pada tahun ini sebenarnya untuk mendorong siswa dan guru lebih giat dalam melakukan proses belajar mengajar. Kurikulum baru ini juga akan mendorong siswa siswa untuk lebih rajin belajar. Pihak sekolah harus sedini mungkin mempersiapkan para tenaga pengajarnya untuk meningkatkan kualitasnya. Sehingga arah dan tujuan dari pendidikan nasional itu sendiri dapat tercapai sesuai yang diharapkan bersama. (Amiruddin Nur) BKM Online

8:45:00 PM Share:
back to top