Setelah melakukan sosialisasi secara massif di Kabupaten Soppeng, Samsu Niang, calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan kembali menemui masyarakat Kabupaten Pangkep. Samsu Niang menganggap Kabupaten Pangkep seperti kampung halamannya sendiri.
Kabupaten Pangkep bukanlah daerah asing bagi Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini. Ia cukup lama berdomisili di Pangkep. Saat masih menjadi seorang guru, Samsu Niang pernah menjadi tenaga pengajar di SMP Negeri Tondong Tallasa (Dulu SMP Negeri Bantimalah) Kecamatan Balocci.
"Pangkep sudah seperti kampung saya sendiri. Banyak hal yang saya peroleh saat saya mengajar di SMP Bantimalah yang sekarang berubah menjadi SMP Tondong Tallasa," kata Samsu Niang kepada BKM, Senin (3/3).
Samsu Niang mengaku, masyarakat Pangkep adalah masyarakat yang memiliki jiwa sosial dan kekeluargaan yang sangat tinggi. Selain itu, masyarakat kabupaten ini juga sangat peduli terhadap sesama dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan agama.
"Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh selama menjadi guru di Kabupaten Pangkep. Murid-murid dan orangtua murid pada saat itu memiliki semangat terhadap pendidikan. Makanya, banyak warga Pangkep yang berhasil di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya," kata mantan Calon Bupati Soppeng ini.
Dengan latar belakang inilah, Samsu Niang merasa memiliki ikatan emosional dengan daerah penghasil ikan bolu ini. Malahan saat ini Samsu Niang menjadi caleg DPRI di daerah pemilihan Sulsel II yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai dan Bulukumba.
"Insya Allah jika dipercaya oleh masyarakat yang ada di daerah pemilihan saya, termasuk Pangkep, saya akan berusaha memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat di daerah pemilihan saya," kata mantan guru di SMPN 32 Makassar ini.
Samsu Niang mengaku, pengalamannya menjadi anggota DPRD Kota Makassar selama dua periode menjadi bahan pelajaran ketika ia dipercaya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulsel II pada Pemilu 9 April mendatang. Bukan itu saja, cara-cara perjuangannya membela masyarakat tidak hanya ditempa selama duduk sebagai wakil rakyat. Selama menjadi Ketua FKPAGI Sulsel--lembaga yang memperjuangkan nasib guru--ia pun kerap turun ke jalan mendesak pemerintah memerhatikan nasib para guru.
"Menjadi wakil rakyat itu bukan hanya berada di gedung DPR saja menjalankan tiga fungsi dewan yaitu fungsi pengawasan, budgeting dan legislasi. Tetapi anggota dewan juga harus rajin menemui masyarakat untuk mengetahui apa keinginan masyarakat. Bahkan, kalau bisa mampu menyelesaikan masalah masyarakat yang bersifat mendesak," katanya.
Pekan lalu, Samsu Niang telah mengunjungi sejumlah kecamatan di Kabupaten Soppeng. Sebagai daerah dimana ia dibesarkan, Samsu Niang sangat intens mendatangi kabupaten ini. Di Soppeng, Samsu mendatangi daerah pegunungan di wilayah Kecamatan Marioriawa, yakni Kampung Gellenge.
Di daerah ini, Samsu mengaku prihatin dengan kehidupan warga. Terutama infrastruktur jalan yang tak memadai. Menurut Samsu Niang, bilamana ada garis tangan untuk duduk di DPR RI, ia akan membantu agar jalan poros Lejja-Gellenge bisa diperbaiki. Dan tentu sebagai putra Soppeng ia akan memperjuangkan daerahnya bisa mendapat anggaran lebih besar.
Olehnya itu, ia minta masyarakat Soppeng khususnya Kampung Gellenge agar memilih wakilnya yang bisa menyuarakan aspirasinya dan bisa memberikan solusi bagi masyarakat yang berdomisili di kawasan hutan seperti Kampung Gellenge. (*)
Sumber : beritakotamakassar.com
6:44:00 AM
Share:
About