Pages

Rabu, 02 April 2014


SOPPENG, BKM -- Tim kelelawar yang dibentuk calon legislatif (caleg) DPR RI Samsu Niang kini aktif mensosialisasikan jagoannya. Mereka menyisir berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.
Sedikitnya ada puluhan orang yang secara  khusus telah dibekali pelatihan untuk mensosialisasikan Samsu Niang sebagai caleg DPR RI.
Menurut Samsu Niang yang saat ini masih tercatat sebagai Wakil Ketua  DPRD Kota Makassar, sudah tujuh  bulan timnya melakukan berbagai pergerakan politik. Hasilnya mampu meningkatkan elektabilitas dirinya sebagai caleg.
Dari hasil survei terakhir, Samsu Niang termasuk caleg yang berpeluang besar melenggang ke Senayan, jika pemilu dilaksanakan hari ini. Namun ia yakin bahwa kondisi tidak akan terlalu banyak lagi berubah dalam waktu 9 hari.
Sebagai politikus, Samsu Niang mengaku dirinya telah mempersiapkan  tiga hal untuk bisa berkompetisi. Yakni alat main, alat ukur, dan alat tukar. Hal ini diyakini bisa meningkatkan kepercayaan diri  sebagai  politikus untuk bisa bermain dalam kancah politik.
Selain itu, kata Samsu Niang, pergerakan politik bukan hanya bisa menguasai satu daerah, tapi ia harus mampu menyebar ke mana-mana. "Saya misalnya, sampai hari ini, khusus untuk caleg DPR RI, belum  ada yang mampu menyisir seluruh pulau di Kabupaten Pangkep. Begitu juga di Soppeng, saya sudah naik turun gunung menyusuri lembah-lembah dan masuk sampai daerah pedalaman. Warga di sana 

mengklaim belum ada caleg pusat yang masuk ke daerahnya, seperti Kampung Gellengnge yang ada di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa,'' ungkap caleg PDIP ini. (fir/rus/c)
Sumber
Berita

Tim Kelelawar Aktif Sosialisasikan Samsu Niang

Posted by Unknown  | 


SOPPENG, BKM -- Tim kelelawar yang dibentuk calon legislatif (caleg) DPR RI Samsu Niang kini aktif mensosialisasikan jagoannya. Mereka menyisir berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.
Sedikitnya ada puluhan orang yang secara  khusus telah dibekali pelatihan untuk mensosialisasikan Samsu Niang sebagai caleg DPR RI.
Menurut Samsu Niang yang saat ini masih tercatat sebagai Wakil Ketua  DPRD Kota Makassar, sudah tujuh  bulan timnya melakukan berbagai pergerakan politik. Hasilnya mampu meningkatkan elektabilitas dirinya sebagai caleg.
Dari hasil survei terakhir, Samsu Niang termasuk caleg yang berpeluang besar melenggang ke Senayan, jika pemilu dilaksanakan hari ini. Namun ia yakin bahwa kondisi tidak akan terlalu banyak lagi berubah dalam waktu 9 hari.
Sebagai politikus, Samsu Niang mengaku dirinya telah mempersiapkan  tiga hal untuk bisa berkompetisi. Yakni alat main, alat ukur, dan alat tukar. Hal ini diyakini bisa meningkatkan kepercayaan diri  sebagai  politikus untuk bisa bermain dalam kancah politik.
Selain itu, kata Samsu Niang, pergerakan politik bukan hanya bisa menguasai satu daerah, tapi ia harus mampu menyebar ke mana-mana. "Saya misalnya, sampai hari ini, khusus untuk caleg DPR RI, belum  ada yang mampu menyisir seluruh pulau di Kabupaten Pangkep. Begitu juga di Soppeng, saya sudah naik turun gunung menyusuri lembah-lembah dan masuk sampai daerah pedalaman. Warga di sana 

mengklaim belum ada caleg pusat yang masuk ke daerahnya, seperti Kampung Gellengnge yang ada di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa,'' ungkap caleg PDIP ini. (fir/rus/c)
Sumber

10:45:00 PM Share:

Sabtu, 22 Maret 2014


Calon angota DPR RI dapil Sul-Sel 2 Samsu Niang mengakui di sul-sel lolos menuju parlemen di Senayan priode 2014-2019 mendatang hal ini dikatakan saat ditemui di DPRD kota Makssar.

Calon legislasi PDIP nomor urut 2 yang meliputi kabupaten Soppeng, Parepare, Barru, Pangkep, Bone, Sinjai, Bulukumba, Wajo dan Maros mengakui setiap hari bersama tim pemenangnya turun konsolidasi ditengah konstituen.

Wakil ketua DPRD kota Makassar ini mengaku suaranya sedikit parau akibat intesnya konsolidasi dari hari kehari di sejumlah kabupaten yang ada di Sul-Sel.kendati demikian yang menjadi tujuannya maju ke Senayan yakni untuk meningkatkan kualitas pendidiikan di Sul-Sel.

Legislator dari fraksi PDIP ini menambahkan rendahnya kualitas pendidikan di indonesia karena lemahnya para guru menggali potensi anak. Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa kurikulum yang sentralistik juga membuat potret pendidikan semakin buram yang tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Sehinggah para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

Tujuan sosialisasi disejumlah kabupaten di Sul-Sel 2 ini dalam rangka pemenangan PDIP untuk maju legislasi senayan di DPR-RI. Pasalnya jika lolos disenanayan DPR-RI ia berjannji memasukkan investasi di Sul-Sel untuk pendidikan baik itu setvikasi gaji guru maupun jam mengajar baik dikota maupun di desa terpencil agar potensi belajar mengajar lebih efektif dan berkualitas.
Must.-08jan2014-.

Sumber : makassartv.co.id

Berita

Samsu Niang Optimis Maju Di Parlemen Senayan

Posted by Unknown  | 


Calon angota DPR RI dapil Sul-Sel 2 Samsu Niang mengakui di sul-sel lolos menuju parlemen di Senayan priode 2014-2019 mendatang hal ini dikatakan saat ditemui di DPRD kota Makssar.

Calon legislasi PDIP nomor urut 2 yang meliputi kabupaten Soppeng, Parepare, Barru, Pangkep, Bone, Sinjai, Bulukumba, Wajo dan Maros mengakui setiap hari bersama tim pemenangnya turun konsolidasi ditengah konstituen.

Wakil ketua DPRD kota Makassar ini mengaku suaranya sedikit parau akibat intesnya konsolidasi dari hari kehari di sejumlah kabupaten yang ada di Sul-Sel.kendati demikian yang menjadi tujuannya maju ke Senayan yakni untuk meningkatkan kualitas pendidiikan di Sul-Sel.

Legislator dari fraksi PDIP ini menambahkan rendahnya kualitas pendidikan di indonesia karena lemahnya para guru menggali potensi anak. Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa kurikulum yang sentralistik juga membuat potret pendidikan semakin buram yang tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Sehinggah para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

Tujuan sosialisasi disejumlah kabupaten di Sul-Sel 2 ini dalam rangka pemenangan PDIP untuk maju legislasi senayan di DPR-RI. Pasalnya jika lolos disenanayan DPR-RI ia berjannji memasukkan investasi di Sul-Sel untuk pendidikan baik itu setvikasi gaji guru maupun jam mengajar baik dikota maupun di desa terpencil agar potensi belajar mengajar lebih efektif dan berkualitas.
Must.-08jan2014-.

Sumber : makassartv.co.id

6:58:00 AM Share:

Setelah melakukan sosialisasi secara massif di Kabupaten Soppeng, Samsu Niang, calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan kembali menemui masyarakat Kabupaten Pangkep. Samsu Niang menganggap Kabupaten Pangkep seperti kampung halamannya sendiri.

Kabupaten Pangkep bukanlah daerah asing bagi Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini. Ia cukup lama berdomisili di Pangkep. Saat masih menjadi seorang guru, Samsu Niang pernah menjadi tenaga pengajar di SMP Negeri Tondong Tallasa (Dulu SMP Negeri Bantimalah) Kecamatan Balocci.

"Pangkep sudah seperti kampung saya sendiri. Banyak hal yang saya peroleh saat saya mengajar di SMP Bantimalah yang sekarang berubah menjadi SMP Tondong Tallasa," kata Samsu Niang kepada BKM, Senin (3/3).

Samsu Niang mengaku, masyarakat Pangkep adalah masyarakat yang memiliki jiwa sosial dan kekeluargaan yang sangat tinggi. Selain itu, masyarakat kabupaten ini juga sangat peduli terhadap sesama dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan agama.

"Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh selama menjadi guru di Kabupaten Pangkep. Murid-murid dan orangtua murid pada saat itu memiliki semangat terhadap pendidikan. Makanya, banyak warga Pangkep yang berhasil di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya," kata mantan Calon Bupati Soppeng ini.

Dengan latar belakang inilah, Samsu Niang merasa memiliki ikatan emosional dengan daerah penghasil ikan bolu ini. Malahan saat ini Samsu Niang menjadi caleg DPRI di daerah pemilihan Sulsel II yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai dan Bulukumba.

"Insya Allah jika dipercaya oleh masyarakat yang ada di daerah pemilihan saya, termasuk Pangkep, saya akan berusaha memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat di daerah pemilihan saya," kata mantan guru di SMPN 32 Makassar ini.

Samsu Niang mengaku, pengalamannya menjadi anggota DPRD Kota Makassar selama dua periode menjadi bahan pelajaran ketika ia dipercaya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulsel II pada Pemilu 9 April mendatang. Bukan itu saja, cara-cara perjuangannya membela masyarakat tidak hanya ditempa selama duduk sebagai wakil rakyat. Selama menjadi Ketua FKPAGI Sulsel--lembaga yang memperjuangkan nasib guru--ia pun kerap turun ke jalan mendesak pemerintah memerhatikan nasib para guru.

"Menjadi wakil rakyat itu bukan hanya berada di gedung DPR saja menjalankan tiga fungsi dewan yaitu fungsi pengawasan, budgeting dan legislasi. Tetapi anggota dewan juga harus rajin menemui masyarakat untuk mengetahui apa keinginan masyarakat. Bahkan, kalau bisa mampu menyelesaikan masalah masyarakat yang bersifat mendesak," katanya.

Pekan lalu, Samsu Niang telah mengunjungi sejumlah kecamatan di Kabupaten Soppeng. Sebagai daerah dimana ia dibesarkan, Samsu Niang sangat intens mendatangi kabupaten ini. Di Soppeng, Samsu mendatangi daerah pegunungan di wilayah Kecamatan Marioriawa, yakni Kampung Gellenge.

Di daerah ini, Samsu mengaku prihatin dengan kehidupan warga. Terutama infrastruktur jalan yang tak memadai. Menurut Samsu Niang, bilamana ada garis tangan untuk duduk di DPR RI, ia akan membantu agar jalan poros Lejja-Gellenge bisa diperbaiki. Dan tentu sebagai putra Soppeng ia akan memperjuangkan daerahnya bisa mendapat anggaran lebih besar.

Olehnya itu, ia  minta masyarakat Soppeng  khususnya Kampung Gellenge agar memilih wakilnya yang bisa menyuarakan aspirasinya dan bisa  memberikan solusi bagi masyarakat yang berdomisili di kawasan hutan seperti Kampung Gellenge. (*)

Sumber : beritakotamakassar.com

Berita

Samsu Niang "Pulang Kampung" ke Pangkep

Posted by Unknown  | 


Setelah melakukan sosialisasi secara massif di Kabupaten Soppeng, Samsu Niang, calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan kembali menemui masyarakat Kabupaten Pangkep. Samsu Niang menganggap Kabupaten Pangkep seperti kampung halamannya sendiri.

Kabupaten Pangkep bukanlah daerah asing bagi Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini. Ia cukup lama berdomisili di Pangkep. Saat masih menjadi seorang guru, Samsu Niang pernah menjadi tenaga pengajar di SMP Negeri Tondong Tallasa (Dulu SMP Negeri Bantimalah) Kecamatan Balocci.

"Pangkep sudah seperti kampung saya sendiri. Banyak hal yang saya peroleh saat saya mengajar di SMP Bantimalah yang sekarang berubah menjadi SMP Tondong Tallasa," kata Samsu Niang kepada BKM, Senin (3/3).

Samsu Niang mengaku, masyarakat Pangkep adalah masyarakat yang memiliki jiwa sosial dan kekeluargaan yang sangat tinggi. Selain itu, masyarakat kabupaten ini juga sangat peduli terhadap sesama dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan agama.

"Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh selama menjadi guru di Kabupaten Pangkep. Murid-murid dan orangtua murid pada saat itu memiliki semangat terhadap pendidikan. Makanya, banyak warga Pangkep yang berhasil di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya," kata mantan Calon Bupati Soppeng ini.

Dengan latar belakang inilah, Samsu Niang merasa memiliki ikatan emosional dengan daerah penghasil ikan bolu ini. Malahan saat ini Samsu Niang menjadi caleg DPRI di daerah pemilihan Sulsel II yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai dan Bulukumba.

"Insya Allah jika dipercaya oleh masyarakat yang ada di daerah pemilihan saya, termasuk Pangkep, saya akan berusaha memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat di daerah pemilihan saya," kata mantan guru di SMPN 32 Makassar ini.

Samsu Niang mengaku, pengalamannya menjadi anggota DPRD Kota Makassar selama dua periode menjadi bahan pelajaran ketika ia dipercaya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulsel II pada Pemilu 9 April mendatang. Bukan itu saja, cara-cara perjuangannya membela masyarakat tidak hanya ditempa selama duduk sebagai wakil rakyat. Selama menjadi Ketua FKPAGI Sulsel--lembaga yang memperjuangkan nasib guru--ia pun kerap turun ke jalan mendesak pemerintah memerhatikan nasib para guru.

"Menjadi wakil rakyat itu bukan hanya berada di gedung DPR saja menjalankan tiga fungsi dewan yaitu fungsi pengawasan, budgeting dan legislasi. Tetapi anggota dewan juga harus rajin menemui masyarakat untuk mengetahui apa keinginan masyarakat. Bahkan, kalau bisa mampu menyelesaikan masalah masyarakat yang bersifat mendesak," katanya.

Pekan lalu, Samsu Niang telah mengunjungi sejumlah kecamatan di Kabupaten Soppeng. Sebagai daerah dimana ia dibesarkan, Samsu Niang sangat intens mendatangi kabupaten ini. Di Soppeng, Samsu mendatangi daerah pegunungan di wilayah Kecamatan Marioriawa, yakni Kampung Gellenge.

Di daerah ini, Samsu mengaku prihatin dengan kehidupan warga. Terutama infrastruktur jalan yang tak memadai. Menurut Samsu Niang, bilamana ada garis tangan untuk duduk di DPR RI, ia akan membantu agar jalan poros Lejja-Gellenge bisa diperbaiki. Dan tentu sebagai putra Soppeng ia akan memperjuangkan daerahnya bisa mendapat anggaran lebih besar.

Olehnya itu, ia  minta masyarakat Soppeng  khususnya Kampung Gellenge agar memilih wakilnya yang bisa menyuarakan aspirasinya dan bisa  memberikan solusi bagi masyarakat yang berdomisili di kawasan hutan seperti Kampung Gellenge. (*)

Sumber : beritakotamakassar.com

6:44:00 AM Share:

Jumat, 21 Februari 2014


MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi terhadap Pasal 50 Ayat 3 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Menurut penilaian MK, RSBI telah menyebabkan diskriminasi dalam dunia pendidikan di tanah air.

Dengan adanya keputusan MK ini, berarti ada sekitar 1.300 sekolah berstatus RSBI pada sekolah-sekolah pemerintah, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMA di seluruh Indonesia, harus dibubarkan. MK mengembalikan RSBI menjadi sekolah biasa (reguler) dengan pertimbangan RSBI menimbulkan dualisme pendidikan, adanya diskriminasi pendidikan, pembedaan antara RSBI/SBI dengan non-RSBI/SBI menimbulkan adanya kastanisasi pendidikan.

Putusan penghapusan RSBI ini telah menimbulkan pro dan kontra mulai dari kalangan tenaga pendidik, pemerhati pendidikan, legislatif, dan masyarakat umum lainnya. Seperti apa sebenarnya plus minus dari sekolah RSBI dibandingkan sekolah reguler. Berikut petikan wawancara Berita Kota Makassar dengan Ketua Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia (FK PAGI) Sulsel, Drs. Samsu Niang, MPd, Rabu (9/1) siang kemarin.

BKM : Mahkamah Konstitusi telah memutuskan menghapus sekolah RSBI. Bagaimana tanggapan Bapak?

Samsu : Keputusan penghapusan RSBI memang cukup mengagetkan. Pasalnya, keberadaan RSBI seperti yang diamanatkan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. RSBI itu menjadi pembeda dengan sekolah reguler lainnya.

Tujuan pemerintah menghadirkan RSBI itu sebenarnya adalah untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan. Karena selama beberapa waktu, kualitas pendidikan di tanah air jeblok. Melihat kenyataan ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional menggagas RSBI.

Diharapkan dengan bersekolah di RSBI, para siswanya dapat lebih termotivasi dan terpacu untuk belajar. Begitu pula dengan para gurunya, dapat lebih meningkatkan kualitasnya. Sehingga ketika mengajarkan ilmu pengetahuan kepada siswanya, betul-betul ilmu yang bermanfaat dan berkualitas.

Namun dalam perjalanannya, justru ada beberapa guru yang mengajar di sejumlah sekolah RSBI tidak berupaya meningkatkan kualitasnya. Akibatnya, output siswa yang dihasilkan juga cenderung tidak jauh berbeda dengan sekolah reguler. Sementara biaya yang harus dikeluarkan para orangtua siswa semakin besar. Dengan adanya fakta ini, praktis banyak orangtua siswa merasa keberatan dan mengajukan protes.

BKM : Bagaimana seharusnya langkah dari sekolah-sekolah yang pernah berstatus RSBI dan sekarang sudah dihapuskan untuk tetap mempertahankan kualitasnya?

Samsu : Sekolah RSBI dan sekolah reguler tersebut sebenarnya hanya soal predikat dengan melihat kualitas lulusannya. Dengan adanya putusan MK, berarti tidak ada lagi perbedaan. Tapi dengan penghapusan RSBI tersebut hendaknya tidak membuat kualitas dari sekolah itu jadi melorot. Justru harus tetap dipertahankan. Bahkan terus ditingkatkan.

Para guru yang mengajar di sekolah RSBI harus menunjukkan kepada masyarakat kalau sekolah tempatnya mengajar memang pantas menyandang predikat RSBI yang sekarang sudah dihapuskan MK. Kalau kualitas mengajarnya menurun, tentu masyarakat akan membenarkan langkah MK menghapuskan RSBI. Untuk meningkatkan kualitas dan motivasi belajar siswa, pihak penyelenggara sekolah harus mengintensifkan kegiatan cerdas cermat atau secara intens mengikutkan siswanya pada kegiatan olimpiade ilmu pengetahuan.

BKM : Banyak sekolah sekarang lebih mendorong siswanya untuk mengejar ilmu pengetahuan dan mengabaikan sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Samsu : Ini juga sebenarnya yang menjadi masalah. Dalam suatu lingkungan sekolah seharusnya menyeimbangkan peningkatan inteligensi dan kegiatan ekstra kurikuler. Karena dengan intensifnya kegiatan ekstra kurikuler, maka keakraban di antara sesama siswa dapat terbina dengan baik. Ini juga akan mendorong kepekaan dengan lingkungan sekitarnya.

BKM : Tahun 2013 ini, pemerintah akan memberlakukan kurikulum baru. Bagaimana seharusnya pihak sekolah dalam menyikapi kondisi ini.

Samsu : Tujuan pemerintah melakukan perubahan kurikulum pada tahun ini sebenarnya untuk mendorong siswa dan guru lebih giat dalam melakukan proses belajar mengajar. Kurikulum baru ini juga akan mendorong siswa siswa untuk lebih rajin belajar. Pihak sekolah harus sedini mungkin mempersiapkan para tenaga pengajarnya untuk meningkatkan kualitasnya. Sehingga arah dan tujuan dari pendidikan nasional itu sendiri dapat tercapai sesuai yang diharapkan bersama. (Amiruddin Nur) BKM Online
Berita

Drs. Samsu Niang, MPd Ketua FK Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia Sulsel

Posted by Unknown  | 


MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi terhadap Pasal 50 Ayat 3 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Menurut penilaian MK, RSBI telah menyebabkan diskriminasi dalam dunia pendidikan di tanah air.

Dengan adanya keputusan MK ini, berarti ada sekitar 1.300 sekolah berstatus RSBI pada sekolah-sekolah pemerintah, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMA di seluruh Indonesia, harus dibubarkan. MK mengembalikan RSBI menjadi sekolah biasa (reguler) dengan pertimbangan RSBI menimbulkan dualisme pendidikan, adanya diskriminasi pendidikan, pembedaan antara RSBI/SBI dengan non-RSBI/SBI menimbulkan adanya kastanisasi pendidikan.

Putusan penghapusan RSBI ini telah menimbulkan pro dan kontra mulai dari kalangan tenaga pendidik, pemerhati pendidikan, legislatif, dan masyarakat umum lainnya. Seperti apa sebenarnya plus minus dari sekolah RSBI dibandingkan sekolah reguler. Berikut petikan wawancara Berita Kota Makassar dengan Ketua Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia (FK PAGI) Sulsel, Drs. Samsu Niang, MPd, Rabu (9/1) siang kemarin.

BKM : Mahkamah Konstitusi telah memutuskan menghapus sekolah RSBI. Bagaimana tanggapan Bapak?

Samsu : Keputusan penghapusan RSBI memang cukup mengagetkan. Pasalnya, keberadaan RSBI seperti yang diamanatkan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. RSBI itu menjadi pembeda dengan sekolah reguler lainnya.

Tujuan pemerintah menghadirkan RSBI itu sebenarnya adalah untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan. Karena selama beberapa waktu, kualitas pendidikan di tanah air jeblok. Melihat kenyataan ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional menggagas RSBI.

Diharapkan dengan bersekolah di RSBI, para siswanya dapat lebih termotivasi dan terpacu untuk belajar. Begitu pula dengan para gurunya, dapat lebih meningkatkan kualitasnya. Sehingga ketika mengajarkan ilmu pengetahuan kepada siswanya, betul-betul ilmu yang bermanfaat dan berkualitas.

Namun dalam perjalanannya, justru ada beberapa guru yang mengajar di sejumlah sekolah RSBI tidak berupaya meningkatkan kualitasnya. Akibatnya, output siswa yang dihasilkan juga cenderung tidak jauh berbeda dengan sekolah reguler. Sementara biaya yang harus dikeluarkan para orangtua siswa semakin besar. Dengan adanya fakta ini, praktis banyak orangtua siswa merasa keberatan dan mengajukan protes.

BKM : Bagaimana seharusnya langkah dari sekolah-sekolah yang pernah berstatus RSBI dan sekarang sudah dihapuskan untuk tetap mempertahankan kualitasnya?

Samsu : Sekolah RSBI dan sekolah reguler tersebut sebenarnya hanya soal predikat dengan melihat kualitas lulusannya. Dengan adanya putusan MK, berarti tidak ada lagi perbedaan. Tapi dengan penghapusan RSBI tersebut hendaknya tidak membuat kualitas dari sekolah itu jadi melorot. Justru harus tetap dipertahankan. Bahkan terus ditingkatkan.

Para guru yang mengajar di sekolah RSBI harus menunjukkan kepada masyarakat kalau sekolah tempatnya mengajar memang pantas menyandang predikat RSBI yang sekarang sudah dihapuskan MK. Kalau kualitas mengajarnya menurun, tentu masyarakat akan membenarkan langkah MK menghapuskan RSBI. Untuk meningkatkan kualitas dan motivasi belajar siswa, pihak penyelenggara sekolah harus mengintensifkan kegiatan cerdas cermat atau secara intens mengikutkan siswanya pada kegiatan olimpiade ilmu pengetahuan.

BKM : Banyak sekolah sekarang lebih mendorong siswanya untuk mengejar ilmu pengetahuan dan mengabaikan sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Samsu : Ini juga sebenarnya yang menjadi masalah. Dalam suatu lingkungan sekolah seharusnya menyeimbangkan peningkatan inteligensi dan kegiatan ekstra kurikuler. Karena dengan intensifnya kegiatan ekstra kurikuler, maka keakraban di antara sesama siswa dapat terbina dengan baik. Ini juga akan mendorong kepekaan dengan lingkungan sekitarnya.

BKM : Tahun 2013 ini, pemerintah akan memberlakukan kurikulum baru. Bagaimana seharusnya pihak sekolah dalam menyikapi kondisi ini.

Samsu : Tujuan pemerintah melakukan perubahan kurikulum pada tahun ini sebenarnya untuk mendorong siswa dan guru lebih giat dalam melakukan proses belajar mengajar. Kurikulum baru ini juga akan mendorong siswa siswa untuk lebih rajin belajar. Pihak sekolah harus sedini mungkin mempersiapkan para tenaga pengajarnya untuk meningkatkan kualitasnya. Sehingga arah dan tujuan dari pendidikan nasional itu sendiri dapat tercapai sesuai yang diharapkan bersama. (Amiruddin Nur) BKM Online

8:45:00 PM Share:

Kamis, 30 Januari 2014


Calon angota DPR RI dapil sul-sel 2 Samsu Niang mengakui di Sulsel lolos menuju parlemen di senayan priode 2014-2019 mendatang hal ini dikatakan saat ditemui di DPRD kota makssar.

Calon legislasi PDIP nomor urut 2 yang meliputi kabupaten Soppeng, Bone, Wajo, Parepare, Sinjai, Bulukumba, Barru, Pangkep dan Maros mengakui setiap hari bersama tim pemenangnya turun konsolidasi ditengah konstituen.

Wakil ketua DPRD kota Makassar ini mengaku suaranya sedikit parau akibat intesnya konsolidasi dari hari kehari di sejumlah kabupaten yang ada di sul-sel.kendati demikian yang menjadi tujuannya maju ke senayan yakni untuk meningkatkan kulaitas pendidiikan di Sulsel.

Legislator dari fraksi PDIP ini menambahkan rendahnya kulaitas pendidikan di indonesia karena lemahnya para guru menggali potensi anak. Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa kurikulum yang sentralistik juga membuat potret pendidikan semakin buram yang tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Sehinggah para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

Tujuan sosialisasi disejumlah kabupaten di Sulsel 2 ini dalam rangka pemenangan PDIP untuk maju legislatif Senayan di DPR-RI. Pasalnya jika lolos di Senanayan DPR-RI ia berjannji memasukkan investasi di Sulsel untuk pendidikan baik itu setvikasi gaji guru maupun jam mengajar baik dikota maupun di desa terpencil agar potensi belajar mengajar lebih efektif dan berkualitas. - makassartv.co.id -
Berita

Samsu Niang Optimis Maju Di Parlemen Senayan

Posted by Unknown  | 


Calon angota DPR RI dapil sul-sel 2 Samsu Niang mengakui di Sulsel lolos menuju parlemen di senayan priode 2014-2019 mendatang hal ini dikatakan saat ditemui di DPRD kota makssar.

Calon legislasi PDIP nomor urut 2 yang meliputi kabupaten Soppeng, Bone, Wajo, Parepare, Sinjai, Bulukumba, Barru, Pangkep dan Maros mengakui setiap hari bersama tim pemenangnya turun konsolidasi ditengah konstituen.

Wakil ketua DPRD kota Makassar ini mengaku suaranya sedikit parau akibat intesnya konsolidasi dari hari kehari di sejumlah kabupaten yang ada di sul-sel.kendati demikian yang menjadi tujuannya maju ke senayan yakni untuk meningkatkan kulaitas pendidiikan di Sulsel.

Legislator dari fraksi PDIP ini menambahkan rendahnya kulaitas pendidikan di indonesia karena lemahnya para guru menggali potensi anak. Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa kurikulum yang sentralistik juga membuat potret pendidikan semakin buram yang tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Sehinggah para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

Tujuan sosialisasi disejumlah kabupaten di Sulsel 2 ini dalam rangka pemenangan PDIP untuk maju legislatif Senayan di DPR-RI. Pasalnya jika lolos di Senanayan DPR-RI ia berjannji memasukkan investasi di Sulsel untuk pendidikan baik itu setvikasi gaji guru maupun jam mengajar baik dikota maupun di desa terpencil agar potensi belajar mengajar lebih efektif dan berkualitas. - makassartv.co.id -

7:01:00 AM Share:

Selasa, 24 Desember 2013


Jakarta - Tahun 2013 berbagai lembaga survei melansir analisisnya soal partai politik dan calon presiden. Soegeng Sarjadi Sindicate (SSS) melakukan kajian dari beberapa hasil rilis survei tersebut.

Hasil yang dikumpulkan dari berbagai survei, PDIP dan Partai Golkar cenderung partai yang dapat memenangi Pemilu 2014. Serta berpotensi besar menempati posisi 1 dan 2.

"Dari rilis hasil survei selama 2013, kami mengkaji dan hasilnya PDIP masih memiliki elektabilitas tertinggi yakni 17,40 persen, dan diikuti nomor dua Partai Golkar dengan 17,01 persen," kata Koordinator Analisis SSS, Rido Hanafi, di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2013).

SSS menganalisis seluruh hasil survei yang dirilis mulai Februari-Desember 2013. Setidaknya selama 2013, terdapat 30 survei yang dirilis oleh 20 lembaga. Dalam kajian ini menggunakan pendekatan Meta Analisis dan Focus Group Discussion (FGD).

SSS memprediksi posisi Golkar masih cukup kuat dengan elektabilitas cukup baik, jadi trend partai politik 2013 adalah PDIP atau Golkar. Untuk posisi 3 dan 4 diperebutkan antara Parta Gerindra dengan 10,51 persen atau Partai Demokrat dengan 8,30 persen.

"Khusus untuk Partai Demokrat angkanya terus menurun karena kasus yang mendera partai sedikit banyak mempengaruhi elektabilitas partai," jelasnya.

SSS mengkaji 7 partai kecenderungan lolos ke Senayan pada pemilu 2014, diantaranya PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKB, dan PPP. Serta Parta politik yang berpeluang tidak lolos seperti Partai Nasdem, PKS, PAN, Partai Hanura, PBB, dan PKPI.

Berikut data elektabilitas partai berdasarkan rilis hasil survei sepanjang tahun 2013, sesuai nomor urut di Pemilu 2014:

1. Nasdem: 3,41 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
2. PKB: 4,18 persen, lolos Parliamentary Threshold
3. PKS: 3,15 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
4. PDIP: 17,40 persen, lolos Parliamentary Threshold
5. Golkar: 17,01 persen, lolos Parliamentary Threshold
6. Gerindra: 10,51 persen, lolos Parliamentary Threshold
7. Demokrat: 8,30 persen, lolos Parliamentary Threshold
8. PAN: 2,54 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
9. PPP: 3,65 persen, lolos Parliamentary Threshold
10. Hanura: 3,16 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
11. PBB: 0,87 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
12. PKPI: 0,29 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold

Tidak tahu: 22,13 persen
Tidak memilih: 1,60 persen
Rahasia: 1,87 persen

Ikuti berbagai peristiwa penting hari ini hanya di "Reportase Sore" Trans TV pukul 16.45 WIB
(tfn/van)

Sumber 
 
Berita

SSS: PDIP dan Golkar Paling Berpeluang Menang Pemilu 2014

Posted by Unknown  | 


Jakarta - Tahun 2013 berbagai lembaga survei melansir analisisnya soal partai politik dan calon presiden. Soegeng Sarjadi Sindicate (SSS) melakukan kajian dari beberapa hasil rilis survei tersebut.

Hasil yang dikumpulkan dari berbagai survei, PDIP dan Partai Golkar cenderung partai yang dapat memenangi Pemilu 2014. Serta berpotensi besar menempati posisi 1 dan 2.

"Dari rilis hasil survei selama 2013, kami mengkaji dan hasilnya PDIP masih memiliki elektabilitas tertinggi yakni 17,40 persen, dan diikuti nomor dua Partai Golkar dengan 17,01 persen," kata Koordinator Analisis SSS, Rido Hanafi, di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2013).

SSS menganalisis seluruh hasil survei yang dirilis mulai Februari-Desember 2013. Setidaknya selama 2013, terdapat 30 survei yang dirilis oleh 20 lembaga. Dalam kajian ini menggunakan pendekatan Meta Analisis dan Focus Group Discussion (FGD).

SSS memprediksi posisi Golkar masih cukup kuat dengan elektabilitas cukup baik, jadi trend partai politik 2013 adalah PDIP atau Golkar. Untuk posisi 3 dan 4 diperebutkan antara Parta Gerindra dengan 10,51 persen atau Partai Demokrat dengan 8,30 persen.

"Khusus untuk Partai Demokrat angkanya terus menurun karena kasus yang mendera partai sedikit banyak mempengaruhi elektabilitas partai," jelasnya.

SSS mengkaji 7 partai kecenderungan lolos ke Senayan pada pemilu 2014, diantaranya PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKB, dan PPP. Serta Parta politik yang berpeluang tidak lolos seperti Partai Nasdem, PKS, PAN, Partai Hanura, PBB, dan PKPI.

Berikut data elektabilitas partai berdasarkan rilis hasil survei sepanjang tahun 2013, sesuai nomor urut di Pemilu 2014:

1. Nasdem: 3,41 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
2. PKB: 4,18 persen, lolos Parliamentary Threshold
3. PKS: 3,15 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
4. PDIP: 17,40 persen, lolos Parliamentary Threshold
5. Golkar: 17,01 persen, lolos Parliamentary Threshold
6. Gerindra: 10,51 persen, lolos Parliamentary Threshold
7. Demokrat: 8,30 persen, lolos Parliamentary Threshold
8. PAN: 2,54 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
9. PPP: 3,65 persen, lolos Parliamentary Threshold
10. Hanura: 3,16 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
11. PBB: 0,87 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
12. PKPI: 0,29 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold

Tidak tahu: 22,13 persen
Tidak memilih: 1,60 persen
Rahasia: 1,87 persen

Ikuti berbagai peristiwa penting hari ini hanya di "Reportase Sore" Trans TV pukul 16.45 WIB
(tfn/van)

Sumber 
 

9:19:00 AM Share:
back to top